KOMPRA dan Pemkab Sanggau Dukung Perayaan HIMAS di Kuala Dua

Sanggau (Suara Kalbar) – Dengan Tema Nasional “Meneguhkan Tekad Memperkuat Akar dan Mengedepankan Solusi” serta Tema Daerah “Percepatan Reforma Agraria, Penyelesaian Konflik Agraria  Dalam Upaya  Perlindungan, Penghormatan dan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat di Kalimantan Barat”, Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) Tahun 2019 di Bruder MTB Kuala Dua di Bori Tajou Obih Edeuap, Dusun Kuala Dua, Desa Kuala Dua, Kecamatan Kembayan, Sanggau, yang diawali dengan Ritual Adat Pembukaan, Kamis (8/8/2019), sukses dilaksanakan oleh Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan CiptaanNya (JPIC-Bruder MTB/CFH) bekerjasama dan didukungan Koaliasi Organisasi Masyarakat Sipil Percepatan Reforma Agraria (KOMPRA) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, Jumat (9/8/2019).

Disambut dengan Ritual Adat Pungkodut Tono’ (Penyambutan Tamu), Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili oleh Drs. Hermanus, M.Si Staf Ahli Gubernur Kalbar, bersama Wakil Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si sekaligus juga Ketua DAD Kabupaten Sanggau, Tokoh Adat Dayak Bori Tajou Obieh Edeuap Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si, beserta OPD Sanggau Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sanggau Yuliana, SH, M.Eng, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau, Ir. Basita Ginting, Camat Kembayan Drs. Inosensius Nono, Danramil Kembayan, Lembaga NGO dan Organisasi Masyarakat Sipil pengiat RAPS, Komunitas adat atau Kelembagaan Adat (Ketemenggungan) dan unsur-unsurnya, P2D, PDS, AMAN, WALHI, AKALBUDI Network, serta tidak kurang 300an tamu dan undangan lainnya.

Ketua KOMPRA Cion Alexander, SH, sebagai Ketua Panitia Pelaksana Perayaan HIMAS Tahun 2019 dalam laporannya menyampaikan, peringatan HIMAS ini dilandasi semangat Spiritual Pertobatan Ekologis, agar saling menjaga alam ekologi yang adalah rumah kita bersama.

Selain itu Cion Alexander juga menyampaikan, perayaan HIMAS ini terlaksana berkat adanya Semangat dan Komitmen bersama. Melalui KOMPRA juga ia mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, mengajak semua Elemen masyarakat untuk selalu berpegang teguh pada Adat istiadat leluhur serta membuat komitment semua lingkup masyarkat adat untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat.

Di kesempatan tersebut Ketua DAD Kecamatan Kembayan Yoseph Andi, SP dalam sambutannya menyampaikan terkait Karhutla, sebagai masyarakat adat, sampai hari ini tidak dipungkiri budaya bertani masyarakat masih ada yang berladang.

“Kita mau aturan pemerintah terkait Karhutla, jangan meninggalkan pendekatan secara sosial dan budaya, sehingga bisa dikomukasikan hal ini dengan baik,” harapnya.

Wakil Bupati Sanggau sekaligus Ketua DAD Kabupaten Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si, mengapresiasi pelaksanaan Perayaan HIMAS Tahun 2019 di Bruderan MTB Kuala Dua, sebab walaupun pelaksanaannya ditempat terpencil namun skalanya bukanlah lokal namun sudah kelas dunia.

“Keberadaan masyarakat adat ini tentu bukanlah skala lokal namun sudah berskala dunia, yang jelas tentu masyarakat adat ini pasti peduli terkait dengan alam dan kearifan lokalnya, walaupun ada dibagian lain dari masyarakat adat ada yang terlindas, misalnya suku Indian di Amerika,” ujarnya.

Drs. Hermanus, M.Si Staf Ahli Gubernur Kalbar mewakili Gubernur Kalimantan Barat, dengan pemukulan Gong sebanyak 4 (empat) kali secara resmi membuka acara perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia.


Sumber: Suara Kalbar

Editor: Nikodemus Niko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares