Bevak Pintar: Merauke Belajar ala Bruder Joni

Komisi JPIC Bruder MTB bidang Ekopastoral, Br. Yohanes Kedang, MTB sangat antusias dan getol mendirikan Taman Baca atau Bevak Pintar untuk mendampingi anak-anak di Merauke agar melek membaca, menulis dan berdoa. Bagaimana kisah Br Joni mendirikan Bevak (pondok) Pintar, mengumpulkan anak-anak, relawan, dan mengadakan kegiatan pendampingan? Simak perbincangan kami berikut ini.

Br. Yohanes Kedang, MTB

Apa yang mendorong Bruder secara pribadi bergerak mendirikan Taman Baca atau Bevak Pintar?

Saya melihat banyak anak-anak di kota Merauke dan sekitarnya belum bisa membaca, menulis dan berhitung.  Pengetahuan yang didapat anak-anak di sekolah sangat minim bahkan untuk baca-tulis dan berhitung sangat rendah. Pendidikan anak-anak di sekolah hanya melaksanakan kurikulumnya. Pendidik-guru kurang memperhatikan dan membantu anak-anak agar mampu membaca, menulis atau berhitung. Padahal tiga hal ini menjadi dasar bagi anak-anak untuk belajar. Asal anak sudah masuk sekolah dan melaksanakan kegiatan belajar sesuai kurikulum, anak tetap naik kelas atau lulus di jenjang tersebut. Sungguh ironis, anak-anak sudah masuk sekolah dan belajar namun belum bisa membaca, menulis, dan berhitung. Tidak hanya pengetahuan bahkan iman anak-anak juga tidak mendapat perhatian. Dalam pergaulan dengan teman-temannya, saya melihat banyak anak mulai mengkonsumsi lem aibon (semacam narkoba) yang membuat anak-anak merasa nyaman dan ketagihan. Di pihak lain, kesadaran dan perhatian dari orang tua terhadap pendidikan dan iman anaknya juga masih rendah. Kondisi ini sangat memprihatinkan, sehingga mendorong saya berpikir untuk melakukan sesuatu demi masa depan anak-anak di Merauke.

Apa  tantangan yang Bruder hadapi dalam mendirikan dan mengelola Bevak Pintar ini?

Tantangannya, bagaimana kita mengubah budaya meramu menjadi budaya sadar akan pendidikan? Saya harus meyakinkan orang tua bahwa pendidikan itu penting bagi masa depan anak-anak mereka. Begitu juga dalam hal iman itu penting agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif. Pendidikan merupakan faktor utama untuk mengubah hidup agar menjadi lebih baik dan orang tua berhenti membawa anak-anaknya ke hutan.

Bagaimana tanggapan masyarakat?

Anak-anak sangat antusias dan senang karena mendapat perhatian dengan baik serta mereka bisa belajar dan bergaul bersama teman-teman. Mereka mendapat cinta kasih dan mengetahui hal-hal baru lewat membaca buku-buku.

Masyarakat sekitarnya pertama-tama tidak tertarik, tetapi dalam perjalanan akhirnya mereka sadar dan mulai memahami akan pendidikan anak-anak. Dari situ muncul kebersamaan dan gotong-royong para orang tua dalam kegiatan anak-anak di Bevak Pintar.

Pihak Gereja, Pastor Paroki sangat setuju karena iman anak diperhatikan dengan baik dan anak-anak tidak berkeliaran lagi ke hutan. Kesadaran anak akan sekolah minggu menjadi penting dan pelayanan doa dapat berjalan dengan baik.

Para relawan sangat antusias dan kreatif dalam mendampingi anak-anak.

Kongregasi Bruder MTB, Pimpinan Kongregasi menyambut baik dan mendukung kegiatan Bevak Pintar.

Apakah ada dukungan dari pihak luar?

Kegiatan Bevak Pintar ini dibantu oleh para donatur dari Jakarta yang tergabung dalam kelompok Seri Karya Gereja Misioner dan donatur perorangan.

Siapa saja yang membantu kegiatan pendampingan anak-anak di Bevak Pintar?

Para relawan dengan sukarela dan bersedia datang ke Bevak Pintar mendampingi anak-anak sesuai dengan program dan jadwal harian yang telah kami rancang. Mereka membantu mendampingi anak-anak dalam baca-tulis, pembinaan iman  tanpa mengharapkan adanya imbalan/honor.

Apa harapan Bruder ke depan terhadap Bevak Pintar?

Harapan kami sederhana saja, bahwa semakin banyak orang yang tergerak hati untuk terlibat dan mendukung program ini. Dengan semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan literasi ini tentu turut memupuk semangat belajar anak-anak di Merauke sehingga pengetahuan (baca-tulis) dan iman mereka terus bertumbuh.

Perbuatan baik apalagi demi kemanusiaan, Tuhan selalu membuka jalan. Tantangan dan kesulitan merupakan batu loncatan untuk mewujudkan tujuan baik. Dan benar! Semoga semakin banyak pihak yang ikut tergerak untuk membantu baik tenaga, pikiran/gagasan, serta finansial baik dari relawan, Gereja, Tarekat Religius, dll. Semuanya demi masa depan anak-anak Merauke yang gemilang. Proficiat… Br. Yohanes Kedang, MTB tetap semangat dan berani di tengah pandemi Covid-19 dalam memajukan pendidikan anak-anak Papua. โšซ

Leave a Reply

Your email address will not be published.

shares